Minggu, 07 September 2025

Aku masihlah milik-Mu Tuhan

 Aku berdiri

di antara jalan yang tak bernama,
di tengah hari yang tak memberi petunjuk,
dengan kepala penuh tanya
dan hati yang tak tahu harus berharap pada siapa.

Masa depan, katamu,
adalah tentang rencana dan tekad baja.
Tapi bagaimana jika aku bahkan tak tahu
ke mana harus melangkah?

Aku mencari arti hidup
di buku-buku, di suara orang tua,
di percakapan tengah malam,
namun jawabannya seperti kabut:
terlihat samar, hilang ketika didekati.

Maka malam ini,
aku tidak lagi memaksa.
Aku tidak ingin menebak takdir,
atau menuntut langit membuka rahasia.

Aku hanya duduk,
diam,
dan menengadah dengan hati terbuka.

“Tuhan, jika aku harus tersesat—
maka sesatkanlah aku ke jalan yang Kau ridhai.
Jika aku harus berjalan dalam gelap—
maka jadilah cahaya meski hanya setitik.
Dan jika aku harus menunggu—
maka tabahkan aku,
agar sabarku bukan sia-sia.”

Sebab aku tahu,
tak semua arah harus kupilih sendiri.
Kadang, arah terbaik
adalah ketika aku berhenti memilih
dan mulai mengikuti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menjemput Rezeki Part 1

 Seusai sholat Subuh kuberanikan diri menyalakan laptopku. Melakukan banyak hal yang mungkin bisa menjadi ladang pahala dan rezeki baru untu...